3 contoh artikel editorial tentang pendidikan

0
(0)

denahrumah.id

Teks editorial adalah sebuah artikel yang biasanya berisi opini penulis mengenai masalah yang terjadi di lingkungan sekitar. Tujuan penulisan teks ini adalah agar pembaca mengetahui pendapat penulis tentang masalah tersebut. Untuk lebih memahaminya, di bawah ini akan disajikan contoh teks editorial yang dapat dijadikan referensi.

contoh artikel editorial tentang pendidikan

Berikut ini adalah contoh singkat teks editorial dalam bidang pendidikan di Indonesia.

1. Penggunaan Make Up untuk Siswa SMA

Di era yang maju ini, para wanita berlomba-lomba untuk mempercantik diri. Hal yang sama terjadi pada siswa SMA 2 Kalpataru. Banyak dari mereka menggunakan make-up di sekolah. Penggunaan make-up memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Ada yang pakai tipis dan ada yang pakai tebal.

Penggunaan make up oleh siswa SMA antara lain pelembab, lipstik, maskara, bedak, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tak hanya pakai, mereka juga membawa perlengkapan make up ke sekolah. Padahal, jika dilihat dari peraturan sekolah, sudah ada larangan membawa perlengkapan make up ke sekolah. Tapi mereka tetap membawanya.

Padahal kulit siswa SMA masih tergolong sensitif. Jika mereka menggunakan produk kecantikan yang tidak cocok untuk kulit mereka, mereka rentan terhadap iritasi. Selain itu, siswa yang terbiasa menggunakan make-up sejak kecil akan memiliki kulit yang berbeda dengan yang tidak pernah menggunakannya.

Jika kulit sering terkena make-up, maka akan rentan mengalami masalah kulit. Mulai dari tumbuhnya jerawat membandel, kulit kusam, hingga flek hitam. Hal ini bisa terjadi karena ada bahan kimia dalam produk make up. Belum lagi jika alat make up yang digunakan siswa dilakukan secara bergantian, akan banyak bakteri yang menempel di kulitnya.

Bakteri yang tumbuh subur di kulit, akan berdampak luar biasa bagi siswa. Mulai dari iritasi kulit, herpes, dan juga batuk. Hal ini dikarenakan make-up menjadi tempat yang mudah bagi kuman untuk berkembang biak. Terutama pada lipstik, pelembab, dan maskara.

Menurut penelitian yang telah dilakukan, 45% wanita yang rutin menggunakan make-up akan rentan terkena penyakit kulit. Kemudian sebanyak 15% wanita akan menderita jerawat membandel akibat penggunaan make-up yang berlebihan. Jika hal ini terjadi pada siswa yang masih di bawah umur, tentu sangat berbahaya bagi dirinya sendiri.

Sayangnya, para siswa tidak memperdulikan bahaya iritasi kulit akibat penggunaan make-up. Mereka hanya memikirkan penampilan yang harus cantik. Bahkan para siswa selalu memakai make up kemanapun mereka pergi. Padahal kulit membutuhkan ruang untuk bernafas dan menghilangkan riasan.

Oleh karena itu, siswa SMA 2 Kalpataru sebaiknya memilih untuk tidak menggunakan make-up. Mengingat efek berbahayanya menyasar kulit mereka. Dari segi usia, para siswa ini masih di bawah umur untuk menggunakan make-up. Mereka harus fokus pada sekolah agar mereka bisa menjadi orang sukses di masa depan.

2. Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah

Akhir-akhir ini banyak sekali kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Selain sarana pendidikan, kegiatan ekstrakurikuler juga sangat bermanfaat untuk tahap pengembangan kreativitas siswa. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyalurkan hobi yang dimiliki setiap siswa.

Setiap siswa memiliki hobi dan minat yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Sekolah memberikan banyak pilihan kepada siswanya untuk memilih kategori ekstrakurikuler yang diminati siswa. Mulai dari Karya Ilmiah Pemuda, Pemuda Masjid, Basket, dan sebagainya.

Sayangnya, tidak semua siswa tertarik untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh sekolah. Namun, masih ada beberapa siswa yang enggan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karena alasan sendiri. Salah satunya adalah kemalasan. Rasa malas ini muncul karena siswa beranggapan bahwa dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler ini dirasa kurang bermanfaat.

Untuk mengatasi siswa yang malas, alangkah baiknya jika guru dituntut untuk memberikan nasehat dan semangat kepada siswanya. Hal ini bertujuan agar siswa dapat mengasah bakatnya. Selain itu, agar kreativitas siswa dapat tersalurkan dengan baik.

Guru hendaknya menerapkan beberapa cara agar siswa mau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Caranya adalah dengan melakukan tes minat, bakat dan kreativitas pada setiap siswa. Sehingga keunggulan tersebut dapat dikembangkan kembali melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Memang pada dasarnya dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler ini tidak hanya untuk bersosialisasi dan bersosialisasi antar siswa. Namun agar siswa mendapatkan prestasi di bidang non akademik. Setiap siswa sekolah harus menyadari manfaat dan keuntungan yang dapat diperoleh dari kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

3. Pentingnya Pendidikan di Masa Depan

Pendidikan sangat penting untuk kehidupan di masa depan. Selain kebutuhan sandang, papan, dan pangan, setiap orang harus mendapat jaminan pendidikan. Hal ini karena dengan pendidikan ini, setiap orang harus memiliki pola pikir dan pengetahuan yang cukup untuk mempengaruhi indeks kemajuan suatu negara.

Namun kenyataannya pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah, jika dibandingkan dengan negara maju lainnya. Kualitas pendidikan di Indonesia harus lebih ditingkatkan lagi agar Indonesia bisa setara dengan negara-negara maju. Sehingga Indonesia bisa mencetak bibit unggul.

Setiap lembaga pendidikan seharusnya tidak hanya mencetak dan mencetak peserta didik, tetapi juga turut serta mengembangkan peserta didik yang berkualitas. Dengan begitu, sumber daya manusia Indonesia dapat bersaing dengan negara maju lainnya. Hal ini diantisipasi karena perubahan dan tantangan semakin sulit.

Solusi yang dapat dipilih untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan kajian dan upaya yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Selain itu, lembaga pendidikan harus mendukung setiap siswa, agar mampu bersaing dengan negara maju. Dengan begitu, akan berhasil menghasilkan benih unggul di lingkungan sekolah.

Dengan teknologi yang semakin canggih, seharusnya menjadi sarana belajar mengajar yang berkualitas. Hal ini dikarenakan materi pembelajaran lebih mudah ditemukan dan dipelajari. Keberadaan internet sedikit menggeser peran guru menjadi fasilitator, motivator, dan dinamisator.

Peran guru dalam aspek pendidikan di Indonesia, perlu ditingkatkan. Hal ini bertujuan agar kualitas pendidikan di Indonesia juga akan meningkat. Namun peran seorang guru tidak dapat tergantikan dan tetap menjadi peran yang sangat penting dalam membimbing dan mendidik siswa.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.